you're the song that I won't stop playing you're the part I need repeating singin all over again like a refrain you're my refrain
Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts
Tuesday, 9 April 2013
Menguak Misteri Para Penyihir
Witchcraft alias sihir, dalam beragam sumber sejarah, antropologi,
agama dan konteks mitologi, memiliki artian penggunaan kekuatan
supranatural atau magis, seringkali bertujuan untuk melukai. Dan witch
alias penyihir adalah praktisinya. Kepercayaan akan ilmu sihir dan
para praktisinya juga mencuat kuat dalam sejarah Eropa di abad 14
sampai 18, dimana penggunaan ilmu sihir dianggap sebagai aksi
pemberontakan terhadap agama Kristen. Kepercayaan dalam penggunaan
ilmu sihir menghasilkan witch-hunts (berarti perburuan penyihir) yang
tercatat dalam sejarah beberapa negara. Sub-Sahara Africa sampai saat
ini masih memercayai keberadaan praktek ilmu sihir; salah satunya
dalam budaya Bantu.
Definition of Witchcraft
Terdapat artian khusus mengenai definisi witchcraft. Witch (penyihir)
sebagai praktisi dari witchcraft, berbeda dari seorang sorcerer.
Seorang witch biasanya memerlukan alat-alat bantu untuk mempraktekkan
ilmu sihirnya. Jadi seseorang dapat menjadi penyihir tanpa harus
memiliki bakat alam, atau dengan kata lain sihir dapat dipelajari.
E.E. Evans-Pritchard adalah pelopor penelitian mengenai definisi
witchcraft dan witch. Menurutnya, seseorang dapat saja tidak sadar
dirinya telah menjadi penyihir atau seseorang dapat menjadi penyihir
atas tuduhan kelompok masyarakat di sekitarnya. Eva Pocs
mengidentifikasi tiga jenis penyihir dalam kepercayaan populer:
Neighborhood witch atau social witch: penyihir yang mengutuk
sekelompok masyarakat dengan dasar dorongan konflik tertentu.
Magical atau sorcerer witch: penyihir yang memiliki kekuatan
menyembuhkan, menaikkan keberuntungan seseorang atau kelompok
masyarakat.
Supernatural atau night witch: penyihir yang dapat berkomunikasi atau
melihat penampakan iblis, baik secara visi atau dalam mimpi.
Praktek ilmu sihir pada umumnya bertujuan untuk mempengaruhi pikiran
atau tubuh seseorang sehingga orang tersebut melakukan hal-hal di luar
kesadarannya. Konsep tersebut banyak tercatat dalam banyak catatan
sejarah, diantaranya Mesir dan Babilonia, dimana sihir dipercaya
memiliki kekuatan merasuki pikiran dan tubuh sampai menimbulkan
penyakit, nasib buruk, impotensi, kematian tiba-tiba, dan lain-lain.
Penyihir yang menggunakan sihir untuk kebaikan, seperti menyembuhkan
penyakit atau menangkal guna-guna, dijuluki penyihir putih atau white
witches. Necromancy adalah praktek sihir memanggil arwah dari
orang-orang yang sudah mati dengan tujuan mendapatkan petunjuk.
Necromancy juga memiliki artian sihir yang dapat membangkitkan orang
mati dengan tujuan menyakiti orang yang masih hidup atau mencuri
sesuatu.
Witch-Hunt
Witch hunt, atau perburuan penyihir, adalah istilah yang digunakan
untuk menggambarkan aksi pencarian penyihir atau bukti-bukti
keberadaan penggunaan guna-guna. Perburuan penyihir seringkali
melibatkan histeria massa. Sejarah mencatat terdapat beberapa negara
yang melegalkan perburuan penyihir sampai tahap eksekusi mati. Masa
perburuan penyihir yang paling terkenal terjadi di Eropa dan Amerika
Utara, di era awal moderninasai, sekira 1480 sampai 1700. Masa antara
era Reformasi dan Perang Tiga Puluh Tahun tersebut mencatat terjadinya
40.000 sampai 100.000 eksekusi. Ekseskusi penyihir terakhir tercatat
di Eropa pada abad 18. Di Kingdom of Great Britain, terdapat
undang-undang mengenai perburuan penyihir serta hukuman yang
dijatuhkan pada orang yang terbukti menggunakan ilmu sihir.
Undang-undang tersebut tercatat dalam Witchraft of Act of 1735.
Negara-negara lain yang pernah memiliki undang-undang mengenai
perburuan penyihir adalah Jerman, Sub-Saharan Africa, India, dan Papua
New Gueinea. Perundang-undangan legal melawan perburuan penyihir masih
ditemukan di Saudi Arabia dan Kamerun.
The Malleus Maleficarum adalah catatan perburuan penyihir, atau dapat
dikatakan sebagai petunjuk manual cara menghadapi penyihir, yang
banyak digunakan oleh penganut Katolik dan Protestan semasa
witch-hunt. Catatan tersebut memaparkan cara bagaimana
mengidentifikasi seseorang sebagai penyihir, apa yang membuat seorang
wanita lebih berpotensi menjadi penyihir daripada pria, bagaimana
menjatuhkan penyihir dalam persidangan, sampai bagaimana caranya
menghukum penyihir.
Trivia
Wicther adalah julukan untuk para penyihir dalam mitologi Slavic.
Salah seorang yang paling terkenal adalah Geralt of Rivia, karakter
utama dari game The Witcher.
Bayonetta, salah satu karakter utama dalam Bayonetta, adalah seorang
Umbra Witch yang memiliki kemampuan dalam bullet art.
Dalam seri Castelvania, klan Belnades terkenal sebagai witch yang
memiliki kemampuan untuk mengendalikan elemen.
Dalam Anime Fairy Tail, juga diceritakan terdapat sekelompok penyihir
yang bersatu dan membuat guild, dan Dragon Slayer adalah pemilik sihir
kuno.
Pengadilan penyihir Desa Salem pernah terjadi di wilayah kolonial Massachusetts antara tahun 1692 dan 1693. Lebih dari 200 orang dituduh mempraktekkan ilmu sihir beraliran hitam, dan sekitar 20 orang dieksekusi.
Arthur Miller pernah membawa kisah drama Crucible tahun 1953, yang menggunakan pengadilan sebagai sebuah alegori paranoia McCarthyisme. Banyak hipotesis menjelaskan perilaku aneh yang terjadi di Salem pada tahun 1692.
Istana Windsor
Istana Windsor adalah istana abad pertengahan dan kediaman resmi Kerajaan Britania Raya di Windsor, Berkshire, Inggris.
Istana ini terkenal karena asosiasi jangka panjangnya dengan keluarga
kerajaan Inggris dan juga karena arsitekturnya yang megah. Istana
aslinya dibangun setelah invasi Norman oleh William sang Penakluk. Pada masa pemerintahan Henry I, istana ini mulai digunakan sebagai kediaman resmi bagi keluarga kerajaan Inggris, dan menjadi istana terlama yang dihuni di Eropa. Arsitektur kastil yang megah, digambarkan oleh sejarawan seni Hugh Roberts sebagai "arsitektur luar biasa dan tak tertandingi di Eropa".[1] Bangunan istana meliputi Kapel St George,
yang dibangun pada abad ke-15. Lebih dari lima ratus orang tinggal dan
bekerja di Windsor, sehingga menjadikannya sebagai istana kuno yang
dihuni terbesar di dunia.[2]
Pada awalnya istana ini dirancang untuk melindungi dominasi Norman dari sekitar pinggiran kota London, dan untuk mengawasi bagian strategis penting dari Sungai Thames. Secara bertahap, struktur bangunan kemudian diganti dengan benteng batu, dan benteng ini bertahan selama pengepungan berkepanjangan dalam Perang Baron Pertama pada awal abad ke-13. Henry III kemudian membangun istana mewah di dalam kastil selama abad pertengahan, dan Edward III selanjutnya mengembangkan kembali istana menjadi lebih megah, bahkan pembangunannya saat itu disebut sebagai "proyek bangunan yang paling mahal pada Abad Pertengahan di seluruh Inggris".[3] Selama periode Tudor, Henry VIII dan Elizabeth I meningkatkan penggunaan kastil sebagai istana resmi kerajaan dan pusat hiburan diplomatik
Istana Windsor berhasil selamat dari periode yang penuh gejolak selama Perang Saudara Inggris, di mana benteng ini digunakan sebagai markas militer bagi pasukan Parlemen dan penjara bagi Charles I. Selama era Restorasi, Charles II menata kembali Istana Windsor dengan bantuan dari arsitek Hugh May, menciptakan satu kompleks bangunan megah, dan interior Barok, yang masih tetap berdiri hingga saat ini. Setelah ditelantarkan selama abad ke-18, George III dan George IV merenovasi dan membangun kembali istana Charles II dengan biaya besar-besaran, menghasilkan desain yang saat ini menjadi apartemen Negara yang bergaya Rococo, Gotik dan Barok. Ratu Victoria membuat perubahan kecil di istana dengan menjadikannya sebagai pusat hiburan kerajaan selama masa pemerintahannya. Istana Windsor digunakan sebagai tempat berlindung bagi keluarga kerajaan saat berlangsungnya pengeboman Jerman Nazi terhadap London dalam Perang Dunia Kedua dan selamat dari kebakaran hebat pada tahun 1992. Saat ini, Istana Windsor menjadi atraksi wisata yang populer di Inggris, tempat untuk menjamu kunjungan kenegaraan, dan tempat berakhir pekan yang disukai oleh Ratu
Pada awalnya istana ini dirancang untuk melindungi dominasi Norman dari sekitar pinggiran kota London, dan untuk mengawasi bagian strategis penting dari Sungai Thames. Secara bertahap, struktur bangunan kemudian diganti dengan benteng batu, dan benteng ini bertahan selama pengepungan berkepanjangan dalam Perang Baron Pertama pada awal abad ke-13. Henry III kemudian membangun istana mewah di dalam kastil selama abad pertengahan, dan Edward III selanjutnya mengembangkan kembali istana menjadi lebih megah, bahkan pembangunannya saat itu disebut sebagai "proyek bangunan yang paling mahal pada Abad Pertengahan di seluruh Inggris".[3] Selama periode Tudor, Henry VIII dan Elizabeth I meningkatkan penggunaan kastil sebagai istana resmi kerajaan dan pusat hiburan diplomatik
Istana Windsor berhasil selamat dari periode yang penuh gejolak selama Perang Saudara Inggris, di mana benteng ini digunakan sebagai markas militer bagi pasukan Parlemen dan penjara bagi Charles I. Selama era Restorasi, Charles II menata kembali Istana Windsor dengan bantuan dari arsitek Hugh May, menciptakan satu kompleks bangunan megah, dan interior Barok, yang masih tetap berdiri hingga saat ini. Setelah ditelantarkan selama abad ke-18, George III dan George IV merenovasi dan membangun kembali istana Charles II dengan biaya besar-besaran, menghasilkan desain yang saat ini menjadi apartemen Negara yang bergaya Rococo, Gotik dan Barok. Ratu Victoria membuat perubahan kecil di istana dengan menjadikannya sebagai pusat hiburan kerajaan selama masa pemerintahannya. Istana Windsor digunakan sebagai tempat berlindung bagi keluarga kerajaan saat berlangsungnya pengeboman Jerman Nazi terhadap London dalam Perang Dunia Kedua dan selamat dari kebakaran hebat pada tahun 1992. Saat ini, Istana Windsor menjadi atraksi wisata yang populer di Inggris, tempat untuk menjamu kunjungan kenegaraan, dan tempat berakhir pekan yang disukai oleh Ratu
Subscribe to:
Posts (Atom)
